PALESTINA TAK PERNAH MENYERAH
Bergetar badanku
Mendidih kepalaku
Hampir remuk hatiku
Melihat dan mendengar
Sang manusia iblis beraksi
Ia datang
membawa jerat kematian
Ia datang dengan segudang kedengkian
Dan keputus asaan
Putus asa karena tak mampu
Ia melibas abis manusia palestina
Dengan segala daya dan upaya
Tetap tak mampu
Mengganyang rakyat Palestina
Yang gagah perkasa
Meski tanpa senjata canggih
Dan hanya berbekal batu sebagai senjata andalan
Dan meskipun rakyat palestina
menderita dan tersiksa
Tapi Allah tak pernah
Biarkan mereka putus asa
Allah kuatkan mereka
Walau harus kehilangan keluarga
Allah tetapkan hati mereka
Meskipun tak nampak di depan mereka
bisa hidup lebih lama
Yang nampak di pelupuk matanya
Hanya surga yang indahnya dan nikmatnya
Melampaui batas nikmat dunia
Yang terbayang dibenak mereka
Hanya sambutan Allah dan Malaikat-malaikatnya.
TANGISAN BAYI PALESTINA
PALESTINA TAK PERNAH MENYERAH
Bergetar badanku
Mendidih kepalaku
Hampir remuk hatiku
Melihat dan mendengar
Sang manusia iblis beraksi
Ia datang
membawa jerat kematian
Ia datang dengan segudang kedengkian
Dan keputus asaan
Putus asa karena tak mampu
Ia melibas abis manusia palestina
Dengan segala daya dan upaya
Tetap tak mampu
Mengganyang rakyat Palestina
Yang gagah perkasa
Meski tanpa senjata canggih
Dan hanya berbekal batu sebagai senjata andalan
Dan meskipun rakyat palestina
menderita dan tersiksa
Tapi Allah tak pernah
Biarkan mereka putus asa
Allah kuatkan mereka
Walau harus kehilangan keluarga
Allah tetapkan hati mereka
Meskipun tak nampak di depan mereka
bisa hidup lebih lama
Yang nampak di pelupuk matanya
Hanya surga yang indahnya dan nikmatnya
Melampaui batas nikmat dunia
Yang terbayang dibenak mereka
Hanya sambutan Allah dan Malaikat-malaikatnya.
My Inspiring
“setiap tetes tinta seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradaban” (Fauzil Adzim)
Kalau kamu ingin mendapatkan yang terbaik yang kamu perlukan adalah menjadi yang terbaik.
Yang kamu butuhkan adalah tunjukkan yang kamu bisa dan kamu punya tanpa harus ketakutan.
Hidup itu susah sekaligus mudah, jalaninya dengan senyuman dan harapan.
Masalah itu selalu ada, jadi hadapi aja dengan gagah berani, pantang menyerah, kau kan dapatkan kemenangan.
Kamu harus berani memulai jangan takut memulai, kalau tidak kamu gak akan merasakan indahnya nikmat yang Ia berikan.
Kamu harus yakin, Ia ada dan menjagamu selalu, tapi jangan lupakan Ia ya..!
Usaha itu pasti ada buahnya, makanya kamu harus very hard jangan malas biar buahnya muaaanis, bisa dinikmati and dicintai oleh semua..!
Jangan takut sama gagal, ia gak bakalan nggigit kamu tapi malah beri kamu kekuatan untuk bertahan. Percaya deh Allah sayang ‘n cinta kamu makanya Ia ingin kamu menjadi yang terbaik dan terkuat.
Malu Aku Pada Mereka
Aku malu pada muhammad Ad-Dhurro
Anak palestina Yang di usia belianya
telah bertemu Tuhan
Aku malu pada Faris Audah
Yang di usia remajanya
Berada pada barisan pertama
melawan kedholiman
Aku malu pada anak-anak palestina
Mereka tak bisa bermain boneka
atau mobil-mobilan
Apalagi menonton Dora atau sinchan
Tapi mereka tetap semangat belajar
Di tengah peperangan
Tak pernah lupa sholat
Meski selalu diancam tembakan
Mereka tetap tegar
Meski harus kehilangan
Ayah ibu tersayang
Mampukah aku seperti mereka
Di keadaan aman tidak ada peperangan
Belajar penuh kesungguhan
Ibadah khusyu’ tak pernah terlupakan
Belajar dan mengkaji kalam ilahi
Agar menjadi insan sejati
Harapan umat ini ?
LEMBARAN CINTA NINA
Minggu pagi yang cerah, haidar sedang asyik di depan komputernya. Suara tak tik bergema dari jari-jarinya yang bertemu dengan tombol-tombol keyboard ia sedang mengetik. Di tengah keasyikannya menekuni komputer Pentium 2 yang sangat ia sayangi sebagai warisan dari kakaknya tiba-tiba ia mendengar suara teriakan teman sekosnya.
“ hai dar, ada surat nih buatmu..! tadi bu kos yang ngasih. Kayaknya sih surat kaleng gak ada pengirimnya, aku Tanya ibu dia gak tahu” kata Maman sambil meletakkan amplop surat berwarna biru langit yang sangat manis di samping komputernya.
“ nggak ada pengirimnya?” Haidar mengangkat amplop tersebut timbul rasa penasaran dalam dirinya.
“ tapi kalau dilihat dari amplopnya kayaknya dari cewek, paling itu dari penggemarmu” maman menggodanya.
“ siapa ya? Nggak mungkin dari ibu atau adikku. Mereka kan baru kemarin aku telpon” Haidar menduga-duga.
“ sudah, buka gih aku pingin tahu. Siapa tahu itu surat cinta”Maman penasaran.
“ enak aja, ini rahasia tahu. Pergi sana..! tapi ngomong-ngomong thanx banget ya brother” Haidar mendorongnya Maman terpaksa keluar dari kamar Haidar.
Haidar mulai membuka amplop warna biru langit yang sangat wangi, ada beberapa lembar didalamnya ia langsung mencari nama pengirim di lembar terakhir paling pojok. ‘wah benar kata Maman dari cewek’, Nina Fitria Yusuf..?
Malang, 12 september 2002
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Kak Haidar yang baik dan Nina hormati, nina mohon maaf sebelumnya kalau mengganggu dan membuat kakak kaget (tapi nggak jantungan kan..?). Nina yakin kakak bingung dan bertanya-tanya di mana Nina kenal kakak. So pasti kakak nggak tahu karena yang namanya Nina Fitria Yusuf bukan artis atau orang terkenal seperti kakak yang selalu menjadi berbincangan teman-teman putri nina. Maklum kakak kan pintar, alim, ganteng lagi (jangan GRRRRRR…..). tapi Nina yakin meski begitu kakak nggak sombong kan..?
Oh ya pertanyaaan kakak belum terjawab. Nanya apa ya ? oh ya siapa Nina yang tiba-tiba muncul ( penampakan kali..)meski nggak nampak di hadapan kakak. Mungkin kak haidar nggak akan ingat satu persatu dengan siswi-siswi SMA 3 yang mengikuti pengajian di ROSMATRI (ROHIS SMA 3) dan kakak yang sering jadi penyajinya. Nina salah satu yang tak pernah absen pengikuti pengajian itu. Kakak kan yang membina ROSMATRI pasti yang kakak kenal Cuma anak rohis. Nina tak perlu panjang lebar memberi tahu siapa Nina cukup kakak tahu Nina salah seorang peserta pengajian dan penggemar kakak.
Nina dengar kakak takut cewek ya..? soalnya sampai kuliah kakak nggak punya pacar. Sebelumnya Nina sangat penasaran kenapa kakak nggak mau pacaran dan sangat menjaga sekali kalau berdekatan sama cewek (Nina bukan mata-matain lho Cuma sering lihat aja). Maaf ya kak, Nina pernah mengira kakak KUPER, DESIT, dan kuno. Ternyata Nina salah, kakak luar biasa hampir semua hal yang di dunia ini kakak kuasai kecuali perempuan (jangan tersinggung ya..! Cuma becanda) mungkin nina berlebihan tapi begitulah kak Haidar bagi Nina.
Kakak memiliki suara yang jernih, merdu dan penuh penghayatan ketika mengaji persis suara murottal yang sering Nina dengar dari masjid-masjid. Tidak hanya itu kakak juga memiliki wawasan yang sangat luas. Dari mulai pengetahuan umum sampai agama kakak kuasai. Dulu Nina sangat kagum sama seorang guru IPA di SMP tempat Nina dulu sekolah. Ia tidak hanya menguasai pelajaran–pelajaran IPA tapi semua pelajaran ia kuasai, orangnya baik, sangat perhatian sama murid-muridnya, muda, ganteng, hanya sayang ia Kristen. Tapi kalau kakak beda, muslim taat, baik hati, jenius pula, wawasan keislamannya juga sangat dalam (sungguh perfect deh). sangat langka sekali ditemukan orang yang seperti itu. Selain itu kakak sangat pintar memilih kata-kata yang indah sehingga apa yang kakak sampaikan menjadi menarik dan mudah dicerna (makanan kali..). Bahasa yang biasa kakak pakek puitis banget. Nina yakin kakak suka sastra dan pasti romantis, benar kan…? ( wow…b’untung bgt cewek yang jd jodoh kakak).
Nina sekarang mengerti kenapa kakak sangat menjaga jarak dengan perempuan. Setelah kakak menjelaskan panjang lebar pada pengajian valintine day di sekolah dengan tema ‘pacaran, ada nggak sih di dalam islam?’ nina paham kalau pacaran itu hanya mendekatkan diri pada zina dan Allah melarang kita untuk melakukan hal-hal yang bisa menjerumuskan kita pada perzinahan. Karena itu Allah menyuruh hamba-hambanya agar menjaga jarak dengan lawan jenis dengan menundukkan pandangan ketika bertemu, menghindari interaksi-interaksi yang membawa mudharat seperti pergi nonton, bercanda yang tak ada manfaatnya meskipun itu melalui telpon atau sms. Nina sendiri mencoba mengamalkannya. Pertama, memang susah sekali apalagi harus menjauh dari teman-teman cowok yang sudah dekat sejak SMP. Awalnya Nina dibilang sombong dan ikut aliran sesat sampai papi mami Nina ikut-ikutan nuduh begitu. Namun lama-kelamaan terbiasa juga dan sungguh ketenangan dan kesejukan hati yang Nina rasa. Nina sangat bersyukur pada Allah karena masih mencintai Nina dan terus memelihara hidayah ini. Nina pernah merasa bosan dengan islam yang dikatakan sebagai agama keras yang mengajarkan penganutnya untuk membunuh yang selain agamanya, semuanya diatur, tidak bebas, dll.
Kak, mungkin kedatangan surat ini masih menyisakan pertanyaan di benak kakak, apa sebenarnya mau Nina? Sebenarnya sudah sangat lama Nina ingin menulis surat ini tapi nina selalu ragu butuh waktu yang panjang untuk mengumpulkan keberanian sampai akhirnya Nina mantapkan keberanian Nina untuk ungkapkan semuanya kepada kakak.
Sejak perkenalan Nina dengan kakak melalui pengajian ROSMATRI, Nina merasa kakak menjadi sangat spesial di hati Nina. mungkin ini kedengarannya gombal tapi Nina tak bisa membohongi diri Nina. Selama ini Nina menyimpan perasaan suka dan lebih dari itu Nina mencintai Kakak. Tapi kakak nggak usah khawatir Nina tahu kok bagaimana seharusnya memperlakukan cinta yang sedang Nina rasa. Bukankah kakak bilang “cinta itu anugerah dari Allah tapi kadang cinta itu bisa jadi bencana jika kita salah menempatkannya namun hanya cinta untuk Allah yang tertinggi, termurni dan kekal abadi” Nina ingin sekali menjadi pencinta seperti Rosulullah SAW, kakak pernah bercerita bagaimana Rosulullah SAW mencintai umatnya karena Allah, bagaimana kecintaannya terhadap umatnya malah lebih mempererat hubungannya dengan Allah Swt. Cintanya berdasarkan takwa bukan hawa nafsu. Kalau perlu seperti Robiah Adawiyah yang mempersembahkan hidupnya hanya untuk mengabdi pada sang kekasih sejati yaitu Allah Azza wa Jalla. Dan bagi Nina cinta itu tidak harus memiliki, benar kan kak?
Nina harap surat ini adalah yang pertama dan terakhir. Sekarang Nina sudah kelas tiga sebentar lagi akan meninggalkan sekolah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (doain ya moga lulus!). Semoga kita tidak dipertemukan oleh Allah kecuali di surganya nanti. Nina sangat mendambakan mahligai surga dan ingin selalu berada di dekapan-Nya. surat ini tak usah kakak nilai serius, anggap saja angin lalu yang terbang dan tak akan kembali, biarkan ia menjadi sebuah mimpi yang ketika bangun sudah terlupa. Biarlah surat ini hanya kita bertiga yang tahu, Allah, kak Haidar dan Nina sendiri. nggak usah dibalas…!!!!!. Kak, terima kasih atas semuanya, ilmu, perhatian dan cinta kakak kepada kami yang kadang bandel tidak memperhatikan. Jazakumullah khoirol jaza’(sok bahasa araban,maklum baru belajar..)
Wassalamu’alaikumwaroh matullahiwabarokatu
Tertanda
Nina Fitria Yusuf
Haidar meletakkan surat itu di atas mejanya. Perasaannya terus bergejolak antara terharu dan sedih. Baru kali ini ia mendapat surat cinta dari seorang cewek yang sangat mengaguminya dan lebih dari itu ia terharu begitu sholihahnya cewek ini. Ia juga bersyukur karena apa yang ia sampaikan selama ini ternyata menjadi kebaikan bagi orang lain untuk menemukan kebenaran. Ia terus bertanya pada dirinya apa harus ia balas tapi ia melarang. Ia masih diliputi kebingungan sampai akhirnya ia menemukan jawabannya.
Malang, 1 November 2002
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Syukur kepada Allah yang tak pernah putus mengaruniakan nikmat sehat dan iman kapada kita untuk terus melakukan perbaikan diri dan sekitar kita.
Sebelumnya kakak minta maaf tidak mengabulkan permintaan Nina untuk tidak membalas surat dari Nina. Tapi hati kakak terus mendorong untuk membalas surat Nina. Terus terang kakak kaget, takut dan merasa bersalah setelah membaca surat Nina. Kakak berpikir Mungkin selama ini kakak telah salah bertindak sehingga membuat Nina punya perasaan itu. Kakak tak pernah berniat seperti itu jadi maafkan kakak ya…!!!
Nina adalah anak yang sholehah pasti papi mami dan keluarga akan sangat bangga pada Nina yang telah mampu berubah menjadi muslimah yang sesungguhnya. Kakak sangat berterima kasih atas segala pujiannya meskipun sebenarnya Nina terlalu berlebihan, kakak tidak begitu-gitu amat, no body perfect. Kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi di sisi lain pujian dari orang lain bagi kakak itu adalah do’a agar kakak bisa seperti itu.
Jujur kakak katakan setelah membaca surat dari Nina terbesit di hati kakak untuk tahu seperti apa sosok Nina. Kakak tahu Nina sangat tidak ingin kakak tahu siapa Nina sebenarnya tapi kakak bukanlah Malaikat, sifat penasaran yang merupakan tabiat manusia melekat juga di diri kakak (ya .jelas…kakak kan juga manusia). Akhirnya kakak tahu dari salah seorang pengurus ROHIS. Sejak saat itu kakak mulai tertarik untuk lebih membimbing Nina dengan meminta mbak Dewi mendekati Nina dan menjadi Mentor (Pembmbing/pendidik) Nina. Kakak sering mendapat laporan tentang perkembangan adik-adik putri yang ingin lebih mendalami islam melalui mbak Dewi termasuk Nina. Maaf ya… mungkin Nina sangat kecewa pada kakak tapi ini memang sudah menjadi amanah dan janji kakak untuk mengajak dan membimbing adik-adik muslim dekat dengan agama dan Tuhannya. Semoga Nina bisa nyaman berguru dan berteman dengan mbak Dewi.
Kakak sangat kagum dengan keberanian dan kesungguhan Nina untuk mengakui tapi tidak untuk diakui. Sangat jarang sekali remaja saat ini yang mampu bersikap seperti itu. Mereka lebih memilih mengumbar daripada menjaga. mungkin hal ini pengaruh dari persepsi cinta ala romeo dan juliet. Ironis memang tapi kakak berdo’a Semoga Nina dan teman-teman ROHIS termasuk kakak bisa membantu teman-teman yang sekarang sedang lupa atau belum tahu untuk sadar dan kembali ke jalan Allah seperti Nina. meskipun terkadang mereka ngeselin dan ngeBeTein mereka tetap menjadi tanggung jawab kita untuk menunjukkan kebenaran.
Kakak sangat menghormati Nina sebagai saudara seiman, itulah ikatan terbaik. Bukan hanya Nina tapi seluruh mukmin di Dunia ini saudara kita. seperti halnya Nina yang mendamba surga kakak juga merasakan hal yang sama, mahligai surga, perjumpaan dengan Rasulullah Saw dan para sahabatnya menjadi harapan kita. Hanya cinta Allah yang menjadi damba kita selalu. Juga kerinduan kita akan Kenikmatan dan kebahagiaan tak terhingga ketika pandangan mata kita bertemu dengan pandangan Allah.
Terima kasih banyak kakak sampaikan walau bagaimanapun Nina juga memberi banyak inspirasi kakak untuk lebih dekat denganNya dan lebih semangat menjalani tugas mulia ini. Tak lupa pula untuk lebih menjaga adab pergaulan, terutama menjaga pandangan dan hati dari penyakit hati karena dari mata jatuh ke hati. Nina tidak perlu takut ketika pertemuan tidak bisa dihindari bukankah Allah menyuruh kita untuk ‘Ghodul Bashor’ (tundukkan pandangan). Pesan kakak, Nina tetap semangat untuk lebih memperdalam din ini. Jadilah pribadi Sholih wa Muslih (baik dan melakukan perbaikan bagi sekitar Nina)..! kakak tahu memang tidak mudah tapi kakak yakin dengan niat yang baik Allah akan beri jalan. Berjalannya selalu BersamaNya karena Satu langkah kita pada Allah maka seribu langkah Allah pada kita. Selamat berjuang untukmu adikku dan juga adik-adikku fillah. Allah menjaga kalian.
Tak baik berlama-lama kakak bercuap-cuap melalui surat ini. Kita harus tetap menjaga hati jangan sampai merusaknyai. Maaf dan Jazakillah khoiron kastiron.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Tertanda
Haidar Arief Fathullah
Nina merasa lega sekali. Begitu pula dengan Haidar. Tak henti-hentinya mereka bersyukur kepada sang Maha Sutradara Allah Ta’ala yang telah berhasil menciptakan kondisi tenang dan menyenangkan di hati kedua pemain utamanya ini. Akhir dari cerita ini Nina bertemu dengan jodohnya saat-saat ia kuliah di kedokteran. Ia menemukan jodohnya melalui murobbinya yang menjodohkannya dengan seorang pemuda tampan nan sholih bernama Ahmad Faris Fathullah yang tak lain dan tak bukan adik kandung Haidar Arief Fathullah. Dari ta’aruf sampai pernikahan Nina Cuma membutuhkan waktu sebulan dua minggu saja. proses tanpa pacaran seperti inilah yang diinginkannya selama ini.
Beruntung Anda Jika Seperti ini?
طوبى لمن كان قيله تذكيراوصمته تفكيراونظره عبرا beruntunglah orang yang ucapannya dijadikan sebagai dzikir, diamnya adalah berpikir dan pandangannya dijadikan sebagai pengambilan ibroh. kalimat ini aku dapatkan ketika belajar al-qur’an hadist kelas 2.
BURUNG GAGAK DAN SEBUAH BOTOL*
Di sebuah gurun yang tandus dan gersang, seekor burung gagak terbang rendah di udara. Ia telah terbang jauh dari negerinya menuju sebuah negeri yang masih sangat jauh. Namun, di tengah penerbangannya ia merasa sangat haus karena cuaca di gurun itu sangatlah panas, mendadak ia melakukan pendaratan darurat. Ia harus menemukan air. Ia terus mencari menoleh ke kanan dan ke kiri tetap tak ditemukannya air. Tenggororokannya sudah sangat kering. Tak ada tempat berteduh, pepohonan atau rumput-pumput, semuanya gersang.
Ditengah pencariannya ia melihat sebuah botol kecil yang berisi air. Ia sangat bahagia dan terus bersyukur pada Allah “alhamdulillahi robbil ‘alamiin”. Ia mencoba memasukkan paruhnya tapi airnya terlalu sedikit ia tak mampu mencapainya. Namun ia tidak berputus asa, terus berpikir mencari jalan keluar ” aku harus minum air itu, kalau aku punya tekad pasti ada jalan” katanya. Setelah berpikir lama ia menoleh dan menemukan ide cemerlang. Burung gagak itu melihat batu-batu kecil dan memungutnya dengan paruhnya. ia masukkan batu pertama, Apa yang terjadi ? ternyata air itu meninggi. Ia yakin jika dilakukan berulang-ulang pasti ia bisa minum. Perkiraannya benar setiap batu yang dimasukkan airnya semakin meninggi sehingga ia bisa meminum air dari dalam botol itu. Dengan adanya kesabaran dan kegigihannya itulah ia mampu mencapai tujuannya. Oleh karena itu, setiap orang yang bersungguh-sungguh ia akan menemukan apa yang diinginkan.
*kisah ini terjemah dari kitab Qiro’ah rasyidah 2)
Istighfar Yuk !
Kita perlu banyak beristigfar. Apa masalahnya? Ternyata sangat banyak masalah yang menghinggapi hidup kita dan hampir semuanya rumit. Kita perlu banyak introspeksi diri, barangkali hidup kita sudah dipenuhi dengan dosa, barangkali bencana yang terus bertubi-tubi menimpa kita karena jarang kita memohon ampun pada-Nya.
Hidup kita terus-menerus menyempit, batin kita terhimpit dan semakin hari dada kita sesak. Sebab, selama ini kita sibuk dengan dunia fana ini. Kita terbuai untuk memperkaya diri lupa memperkaya hati. Kita berlomba mati-matian untuk mendapatkan pengakuan dari makhluk sebagai manusia mulia atau sekedar mendapat penghormatan dari mereka. Kita lupa kemuliaan abadi dan hakiki adalah yang diberikan Allah karena prestasi pengabdian kita hanya kepada-Nya. Allah berfirman, yang artinya :“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS: Thaha : 124)
Selama ini kita sangat akrab dengan kemungkaran sehingga dosa kecil dan dosa besar sekalipun tidak dirasakan lagi sebagai dosa. Dan ketika keakraban itu menghinggapi kita jiwa sudah tidak peduli lagi dengan adanya hukuman. Imam Ibnu Al-Jauzi menuturkan, “Ketahuilah, ujian paling besar ialah merasa aman tidak akan mendapatkan siksa setelah mengerjakan dosa. Bisa jadi, hukuman datang belakangan. Hukuman paling berat ialah seorang tidak merasakan hukuman itu, lalu hukuman merenggut agama, memberangus hati, dan jiwa tidak punya kemampuan memilih yang baik. Di antara efek hukuman ini ialah tubuh segar bugar dan seluruh keinginan tercapai.”
Untuk itu, kita harus menumbuhkan kebiasaan introspeksi diri (Muhasabah) sebagaimana kebiasaan para As-salafus Shalih. Haasibuu anfusahum qobla an tuhaasabuu (Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab). Setiap kali masalah menghampirinya mereka tidak menyalahkan orang lain apalagi takdir, mereka tidak mencari kesalahan orang lain tetapi selalu sibuk mencari kesalahan diri sendiri untuk diperbaiki. Ubaidillah bin As-Suri meriwayatkan perkataan salah seorang generasi tabi’in, Al-Qudwah bin Sirin, yang berkata, “Aku tahu dosa apa yang membuatku dililit hutang. Empat puluh tahun yang silam, aku berkata kepada seseorang, ‘Hai orang bangkrut’.” Ada pula seorang salaf yang dimaki seperti diriwayatkan Ibnu Al-Jauzi lalu orang salaf itu menempelkan pipinya ke tanah, sambil berkata, “ Ya Allah, ampuni dosaku, Engkau membuat orang ini berkuasa atas diriku.”
Begitulah mereka, manusia luar biasa yang selalu mengaitkan dosa mereka dengan ujian yang sedang menimpa mereka. Mungkin memang kita perlu menyalahkan diri kita sendiri ketika orang yang salah telah memimpin kita. Perlu kita salahkan diri saat diri, keluarga, sahabat, teman, dan orang sekitar kita saat berada jauh dari tuntunan Allah Swt. Mungkin selama ini mulut kita saja yang teriak kebenaran tapi hati, pikiran dan gerak kita jauh dari nilai kebenaran. Kita lupa dengan keteladanan yang lebih ampuh dari perkataan. Karena itu kita rindu ulama yang tidak hanya bicara kebaikan tapi juga memberi teladan. Kita selalu mengharapkan hadirnya ulama akhirat yang obsesinya selalu menyatu dengan akhirat. Seperti yang didiskripsikan oleh Imam Ibnu Al-Jauzi, “mereka tidak mudah mengeluarkan fatwa dan selalu menghindar dari ketenaran. Mereka laksana orang yang akan mengarungi lautan, dengan menyibukkan diri berbekal agar selamat dari gempuran badai dan gelombang. Mereka saling mendoa’kan satu dangan yang lainnya, saling memberi manfaat dan saling membantu, karena mereka adalah penumpang yang bersahabat hingga bisa saling mencintai. Malam dan siang mereka selalu mengarah kepada surga.”
Kita perlu banyak beristighfar, kita harus terus memohon ampunan kepada Allah, sebab beristigfar untuk meminta ampunan atas dosa dan kesalahan atau sikap berlagak sombong yang selalu saja kita lakukan adalah niscaya. Tapi beristighfar untuk memohon solusi atas permasalahan hidup kita, adalah kebutuhan. Ruhnya adalah kepasrahan dan kesadaran bahwa kita selalu perlu ampunan. Selain itu, di dalam istighfar terdapat penyucian diri dari dosa (Tazkiyatun Nafs), mengandung kemaslahatan, menyingkirkan kemudharatan, menambah kekuatan amal hati dan badan serta keyakinan iman.
Jika tak mungkin kita hidup tanpa istighfar, masih pantaskan ada angkuh dan enggan dalam hati untuk melakukannya?
sumber: Shaidul Khatir
Taujih Ruhiyah
Majalah tarbawi 159
Alhamdulillah Aku Hadir
Ini pertama kalinya aku membuka blog. biasanya aku membaca blog orang lain tapi sekarang syukur Alhamdulillah aku punya blog sendiri.
Dengan adanya blog ini harus memacu aku untuk lebih giat lagi menulis, tentunya harus diikuti dengan banyak baca buku dong. kalo gak dari mana aku bisa dapatkan referensi.
semoga aja aku bisa memanfaatkannya dengan baik..
siapapun yang baca blog ini. semoga bermanfaat dan diharapkan adanya kritik dan saran. salam dariku Bariklana.. semoga Allah berkahi setiap jengkal langkah kita. Amiin ya robbal Alamiin
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2009 (2)
- Agustus 2008 (1)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS