AHLAN WA SAHLAN

Hanya sebuah oretan ku di blog wordpress

ibu, maafkan aku

Hari ini
Memang Hari ibu
Lalu?
Apa hanya hari ini aku ringankan beban-beban ibuku?
Apa hanya hari ini aku berbakti dan mengerjakan tugas-tugasmu ibu?
Yang ku tahu
Hakmu atasku tidak untuk satu hari
Tapi
Sejak kau biarkan aku ada dalam rahimmu
Yang dengan sabar tanpa mengeluh sedikitpun
Kau tanggung beban yang sangat berat itu
Saat lahirpun kau dengan suka rela
Masih bersedia untuk siang malam menjagaku,
Tidak biarkan satu nyamukpun menyentuhku
Walau kadangkala kau marah atas kenakalanku
Tapi kau menangis di kamarmu menyesali kemarahanmu
Saat ku besar dan bisa melakukan semua sendiri
Aku masih buat kau tak tenang
memikirkanku dan mengkhawatirkanku
sedang apa aku?
Sudah makan atau belum?
Amankah diriku ketika kau lepas aku
Untuk sekolah
Merantau untuk kuliah?
Jika bukan untuk kemajuanku
Dan aku menjadi orang sukses
Sepertinya tak sudi kau lepas aku sendiri, menjalani semua sendiri
Hanya iman dan kepasrahan yang membuatmu kuat bertahan
Di tengah kekhawatiranmu padaku
Do’a yang tidak henti di setiap sholatmu
curahan hati pada Alloh yang membuatmu ikhlas
merelakanku pergi demi tercapainya cita-citaku
Sebuah pengorbanan maha dahsyat dan tak kan mungkin terbalaskan

Tapi ibu
Maafkan aku
Maafkan aku
Maafkan aku
Aku belum memahami kekhawatiranmu
Aku terlalu egois
Tak pernah peduli akan nasihatmu dan pesan-pesanmu
Ku buat kau getar getir
Tak enak makan
Tak nyenyak tidurmu
Karena memikirkanku

Ibu
Maafkan aku
Aku belum bisa bilang
I love you Mom
Seperti anak- anak yang bisa mengekpresikannya
Lidahku terlalu kelu
Atau terlalu tengsin ku katakan itu

Ibu
Maafkan ibu
Di usiaku yang sudah lebih seperempat abad
Aku belum bisa membanggakanmu
Aku belum bisa menjadi bahan pembicaraanmu dengan teman-temanmu
Aku tahu kau iri saat kau dengar temanmu ceritakan prestasi anaknya
Ibu
Maafkan aku
Aku belum mewujudkan harapan-harapanmu

ibu
Maafkan aku
Aku hanya bisa membuat catatan ini untukmu
Aku hanya bis bilang melalui catatan ini
Aku bangga dan sangat bersyukur
Aku lahir dari rahimmu

ibu
Terima kasihku untukmu ibu
Terima kasihku untuk segala cintamu yang tak terbatas
Terima kasihku atas segala do’a dan pengorbananmu
Jakarta 22 desember 2011
Special di hari IBU

Desember 22, 2011 Posted by | Tak terkategori | | Tinggalkan sebuah Komentar

Hidayatullah.com – Prof. Azyumardi: Pendidikan Islam di IAIN adalah “Islam Liberal”

Hidayatullah.com – Prof. Azyumardi: Pendidikan Islam di IAIN adalah “Islam Liberal”.

Februari 16, 2011 Posted by | Tak terkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

TANGISAN BAYI PALESTINA

Kemarin
Tangisan bayi-bayi itu
Masih terdengar syahdu
Suaranya indah dan merdu
Lebih indah dari suara orkestra
Atau alunan irama musik lainnya

Tangisan bayi-bayi dalam kehidupan
Menjadi kebahagiaan yang selalu dinantikan

Namun
Tiba-tiba
Tangisan itu hilang
Berganti dentuman kekejaman,
Kematian dan kedzoliman
Tiba-tiba
Bayi-bayi itu diam dan tak melihat lagi kehidupan
Bayi-bayi palestina yang malang
Mereka tidaklah berdosa

Seharusnya mereka dibiarkan menangis
Seharusnya mereka dibiarkan menapaki kehidupan
Seharusnya ia tak boleh menyaksikan
Kebiadaban dan keganasan
Manusia iblis yang lebih iblis
Dari iblis sebenarnya

Tapi dasar manusia iblis
Tak punya hati dan perasaan
Bayi-bayi malang itu
Tak dibiarkannya
Tuk sekedar menatap kehidupan

Karena sebenarnya
Ia takut dan pengecut
Bayi-bayi itu nanti
Akan menjadi simbol kebenaran
Dan penentang kedholiman
Benar-benar cemen

Aku tertawa
Tertawa sekencangnya
Tang-tang besi
Bom-bom artileri
Senjata-senjata canggih mereka
Takut pada bayi-bayi mungil
Yang hanya bisa menangis tuk minta makan dan minum
Manusia yang belum bisa berdiri dengan kakinya sendiri

Teringat ku pada Fir’aun
Pemimpin sombong pengaku Tuhan
Yang hanya dengan satu kata
Bisa menghancurkan manusia yang tak mautunduk padanya

Ia ketakutan luar biasa
Pada setiap bayi yang terlahir dalam kehidupan
Yang diramal akan menjadi penentang dan bisa mengalahkannya
Ia libas semua bayi yang lahir pada kala itu

Israel tak ubahnya dengan Fir’aun
Kejam,
Tapi sejainya cemen dan pengecut
Kekejamannya hanya simbol ketakutan

Meskipun Israel bunuh ratusan bayi tak berdosa
Tapi Allah tak pernah berhenti
Untuk melahirkan ribuan bahkan jutaan
Atau milyaran bayi
Untuk menjadi manusia-manusia pemberani
Penentang kedholiman dan kemunkaran
Di muka bumi
Allahu Akbar….. Allahu Akbar….
Allahu Akbar….. Allahu Akbar….
Allahu Akbar

Jakarta, 16 Muharram 1430 H
12 Januari 2009 M

Februari 15, 2010 Posted by | 1 | | Tinggalkan sebuah Komentar

PALESTINA TAK PERNAH MENYERAH

Bergetar badanku

Mendidih kepalaku

Hampir remuk hatiku

Melihat dan mendengar

Sang manusia iblis beraksi

Ia datang

membawa jerat kematian

Ia datang dengan segudang kedengkian

Dan keputus asaan

Putus asa karena tak mampu

Ia melibas abis manusia palestina

Dengan segala daya dan upaya

Tetap tak mampu

Mengganyang rakyat Palestina

Yang gagah perkasa

Meski tanpa senjata canggih

Dan hanya berbekal batu sebagai senjata andalan

Dan meskipun rakyat palestina

menderita dan tersiksa

Tapi Allah tak pernah

Biarkan mereka putus asa

Allah kuatkan mereka

Walau harus kehilangan keluarga

Allah tetapkan hati mereka

Meskipun tak nampak di depan mereka

bisa hidup lebih lama

Yang nampak di pelupuk matanya

Hanya surga yang indahnya dan nikmatnya

Melampaui batas nikmat dunia

Yang terbayang dibenak mereka

Hanya sambutan Allah dan Malaikat-malaikatnya.

Mei 7, 2009 Posted by | 1 | | Tinggalkan sebuah Komentar

TANGISAN BAYI PALESTINA

PALESTINA TAK PERNAH MENYERAH

Bergetar badanku

Mendidih kepalaku

Hampir remuk hatiku

Melihat dan mendengar

Sang manusia iblis beraksi

Ia datang

membawa jerat kematian

Ia datang dengan segudang kedengkian

Dan keputus asaan

Putus asa karena tak mampu

Ia melibas abis manusia palestina

Dengan segala daya dan upaya

Tetap tak mampu

Mengganyang rakyat Palestina

Yang gagah perkasa

Meski tanpa senjata canggih

Dan hanya berbekal batu sebagai senjata andalan

Dan meskipun rakyat palestina

menderita dan tersiksa

Tapi Allah tak pernah

Biarkan mereka putus asa

Allah kuatkan mereka

Walau harus kehilangan keluarga

Allah tetapkan hati mereka

Meskipun tak nampak di depan mereka

bisa hidup lebih lama

Yang nampak di pelupuk matanya

Hanya surga yang indahnya dan nikmatnya

Melampaui batas nikmat dunia

Yang terbayang dibenak mereka

Hanya sambutan Allah dan Malaikat-malaikatnya.

Mei 7, 2009 Posted by | 1 | | 1 Komentar

My Inspiring

“setiap tetes tinta seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradaban” (Fauzil Adzim)

 

*    Kalau kamu ingin mendapatkan yang terbaik yang kamu perlukan adalah menjadi yang terbaik.

 

*    Yang kamu butuhkan adalah tunjukkan yang kamu bisa dan kamu punya tanpa harus ketakutan.

 

*    Hidup itu susah sekaligus mudah, jalaninya dengan senyuman dan harapan.

 

*    Masalah itu selalu ada, jadi hadapi aja dengan gagah berani, pantang menyerah, kau kan dapatkan kemenangan.

 

*    Kamu harus berani memulai jangan takut memulai, kalau tidak kamu gak akan merasakan indahnya nikmat yang Ia berikan.

 

*    Kamu harus yakin, Ia ada dan menjagamu selalu, tapi jangan lupakan Ia ya..!

 

*    Usaha itu pasti ada buahnya, makanya kamu harus very hard jangan malas biar buahnya muaaanis, bisa dinikmati and dicintai oleh semua..!

 

*    Jangan takut sama gagal, ia gak bakalan nggigit kamu tapi malah beri kamu kekuatan untuk bertahan.  Percaya deh Allah sayang ‘n cinta kamu makanya Ia ingin kamu menjadi yang terbaik dan terkuat.

 

Agustus 17, 2008 Posted by | 1 | | Tinggalkan sebuah Komentar

Malu Aku Pada Mereka

Aku malu pada muhammad Ad-Dhurro
Anak palestina Yang di usia belianya
telah bertemu Tuhan
Aku malu pada Faris Audah
Yang di usia remajanya
Berada pada barisan pertama
melawan kedholiman

Aku malu pada anak-anak palestina
Mereka tak bisa bermain boneka
atau mobil-mobilan
Apalagi menonton Dora atau sinchan
Tapi mereka tetap semangat belajar
Di tengah peperangan
Tak pernah lupa sholat
Meski selalu diancam tembakan
Mereka tetap tegar
Meski harus kehilangan
Ayah ibu tersayang

Mampukah aku seperti mereka
Di keadaan aman tidak ada peperangan
Belajar penuh kesungguhan
Ibadah khusyu’ tak pernah terlupakan
Belajar dan mengkaji kalam ilahi
Agar menjadi insan sejati
Harapan umat ini ?

April 19, 2008 Posted by | 1 | | 3 Komentar

LEMBARAN CINTA NINA

Minggu pagi yang cerah, haidar sedang asyik di depan komputernya. Suara tak tik bergema dari jari-jarinya yang bertemu dengan tombol-tombol keyboard ia sedang mengetik. Di tengah keasyikannya menekuni komputer Pentium 2 yang sangat ia sayangi sebagai warisan dari kakaknya tiba-tiba ia mendengar suara teriakan teman sekosnya.
“ hai dar, ada surat nih buatmu..! tadi bu kos yang ngasih. Kayaknya sih surat kaleng gak ada pengirimnya, aku Tanya ibu dia gak tahu” kata Maman sambil meletakkan amplop surat berwarna biru langit yang sangat manis di samping komputernya.
“ nggak ada pengirimnya?” Haidar mengangkat amplop tersebut timbul rasa penasaran dalam dirinya.
“ tapi kalau dilihat dari amplopnya kayaknya dari cewek, paling itu dari penggemarmu” maman menggodanya.
“ siapa ya? Nggak mungkin dari ibu atau adikku. Mereka kan baru kemarin aku telpon” Haidar menduga-duga.
“ sudah, buka gih aku pingin tahu. Siapa tahu itu surat cinta”Maman penasaran.
“ enak aja, ini rahasia tahu. Pergi sana..! tapi ngomong-ngomong thanx banget ya brother” Haidar mendorongnya Maman terpaksa keluar dari kamar Haidar.
Haidar mulai membuka amplop warna biru langit yang sangat wangi, ada beberapa lembar didalamnya ia langsung mencari nama pengirim di lembar terakhir paling pojok. ‘wah benar kata Maman dari cewek’, Nina Fitria Yusuf..?

Malang, 12 september 2002
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Kak Haidar yang baik dan Nina hormati, nina mohon maaf sebelumnya kalau mengganggu dan membuat kakak kaget (tapi nggak jantungan kan..?). Nina yakin kakak bingung dan bertanya-tanya di mana Nina kenal kakak. So pasti kakak nggak tahu karena yang namanya Nina Fitria Yusuf bukan artis atau orang terkenal seperti kakak yang selalu menjadi berbincangan teman-teman putri nina. Maklum kakak kan pintar, alim, ganteng lagi (jangan GRRRRRR…..). tapi Nina yakin meski begitu kakak nggak sombong kan..?
Oh ya pertanyaaan kakak belum terjawab. Nanya apa ya ? oh ya siapa Nina yang tiba-tiba muncul ( penampakan kali..)meski nggak nampak di hadapan kakak. Mungkin kak haidar nggak akan ingat satu persatu dengan siswi-siswi SMA 3 yang mengikuti pengajian di ROSMATRI (ROHIS SMA 3) dan kakak yang sering jadi penyajinya. Nina salah satu yang tak pernah absen pengikuti pengajian itu. Kakak kan yang membina ROSMATRI pasti yang kakak kenal Cuma anak rohis. Nina tak perlu panjang lebar memberi tahu siapa Nina cukup kakak tahu Nina salah seorang peserta pengajian dan penggemar kakak.
Nina dengar kakak takut cewek ya..? soalnya sampai kuliah kakak nggak punya pacar. Sebelumnya Nina sangat penasaran kenapa kakak nggak mau pacaran dan sangat menjaga sekali kalau berdekatan sama cewek (Nina bukan mata-matain lho Cuma sering lihat aja). Maaf ya kak, Nina pernah mengira kakak KUPER, DESIT, dan kuno. Ternyata Nina salah, kakak luar biasa hampir semua hal yang di dunia ini kakak kuasai kecuali perempuan (jangan tersinggung ya..! Cuma becanda) mungkin nina berlebihan tapi begitulah kak Haidar bagi Nina.
Kakak memiliki suara yang jernih, merdu dan penuh penghayatan ketika mengaji persis suara murottal yang sering Nina dengar dari masjid-masjid. Tidak hanya itu kakak juga memiliki wawasan yang sangat luas. Dari mulai pengetahuan umum sampai agama kakak kuasai. Dulu Nina sangat kagum sama seorang guru IPA di SMP tempat Nina dulu sekolah. Ia tidak hanya menguasai pelajaran–pelajaran IPA tapi semua pelajaran ia kuasai, orangnya baik, sangat perhatian sama murid-muridnya, muda, ganteng, hanya sayang ia Kristen. Tapi kalau kakak beda, muslim taat, baik hati, jenius pula, wawasan keislamannya juga sangat dalam (sungguh perfect deh). sangat langka sekali ditemukan orang yang seperti itu. Selain itu kakak sangat pintar memilih kata-kata yang indah sehingga apa yang kakak sampaikan menjadi menarik dan mudah dicerna (makanan kali..). Bahasa yang biasa kakak pakek puitis banget. Nina yakin kakak suka sastra dan pasti romantis, benar kan…? ( wow…b’untung bgt cewek yang jd jodoh kakak).
Nina sekarang mengerti kenapa kakak sangat menjaga jarak dengan perempuan. Setelah kakak menjelaskan panjang lebar pada pengajian valintine day di sekolah dengan tema ‘pacaran, ada nggak sih di dalam islam?’ nina paham kalau pacaran itu hanya mendekatkan diri pada zina dan Allah melarang kita untuk melakukan hal-hal yang bisa menjerumuskan kita pada perzinahan. Karena itu Allah menyuruh hamba-hambanya agar menjaga jarak dengan lawan jenis dengan menundukkan pandangan ketika bertemu, menghindari interaksi-interaksi yang membawa mudharat seperti pergi nonton, bercanda yang tak ada manfaatnya meskipun itu melalui telpon atau sms. Nina sendiri mencoba mengamalkannya. Pertama, memang susah sekali apalagi harus menjauh dari teman-teman cowok yang sudah dekat sejak SMP. Awalnya Nina dibilang sombong dan ikut aliran sesat sampai papi mami Nina ikut-ikutan nuduh begitu. Namun lama-kelamaan terbiasa juga dan sungguh ketenangan dan kesejukan hati yang Nina rasa. Nina sangat bersyukur pada Allah karena masih mencintai Nina dan terus memelihara hidayah ini. Nina pernah merasa bosan dengan islam yang dikatakan sebagai agama keras yang mengajarkan penganutnya untuk membunuh yang selain agamanya, semuanya diatur, tidak bebas, dll.
Kak, mungkin kedatangan surat ini masih menyisakan pertanyaan di benak kakak, apa sebenarnya mau Nina? Sebenarnya sudah sangat lama Nina ingin menulis surat ini tapi nina selalu ragu butuh waktu yang panjang untuk mengumpulkan keberanian sampai akhirnya Nina mantapkan keberanian Nina untuk ungkapkan semuanya kepada kakak.
Sejak perkenalan Nina dengan kakak melalui pengajian ROSMATRI, Nina merasa kakak menjadi sangat spesial di hati Nina. mungkin ini kedengarannya gombal tapi Nina tak bisa membohongi diri Nina. Selama ini Nina menyimpan perasaan suka dan lebih dari itu Nina mencintai Kakak. Tapi kakak nggak usah khawatir Nina tahu kok bagaimana seharusnya memperlakukan cinta yang sedang Nina rasa. Bukankah kakak bilang “cinta itu anugerah dari Allah tapi kadang cinta itu bisa jadi bencana jika kita salah menempatkannya namun hanya cinta untuk Allah yang tertinggi, termurni dan kekal abadi” Nina ingin sekali menjadi pencinta seperti Rosulullah SAW, kakak pernah bercerita bagaimana Rosulullah SAW mencintai umatnya karena Allah, bagaimana kecintaannya terhadap umatnya malah lebih mempererat hubungannya dengan Allah Swt. Cintanya berdasarkan takwa bukan hawa nafsu. Kalau perlu seperti Robiah Adawiyah yang mempersembahkan hidupnya hanya untuk mengabdi pada sang kekasih sejati yaitu Allah Azza wa Jalla. Dan bagi Nina cinta itu tidak harus memiliki, benar kan kak?
Nina harap surat ini adalah yang pertama dan terakhir. Sekarang Nina sudah kelas tiga sebentar lagi akan meninggalkan sekolah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (doain ya moga lulus!). Semoga kita tidak dipertemukan oleh Allah kecuali di surganya nanti. Nina sangat mendambakan mahligai surga dan ingin selalu berada di dekapan-Nya. surat ini tak usah kakak nilai serius, anggap saja angin lalu yang terbang dan tak akan kembali, biarkan ia menjadi sebuah mimpi yang ketika bangun sudah terlupa. Biarlah surat ini hanya kita bertiga yang tahu, Allah, kak Haidar dan Nina sendiri. nggak usah dibalas…!!!!!. Kak, terima kasih atas semuanya, ilmu, perhatian dan cinta kakak kepada kami yang kadang bandel tidak memperhatikan. Jazakumullah khoirol jaza’(sok bahasa araban,maklum baru belajar..)
Wassalamu’alaikumwaroh matullahiwabarokatu

Tertanda

Nina Fitria Yusuf

Haidar meletakkan surat itu di atas mejanya. Perasaannya terus bergejolak antara terharu dan sedih. Baru kali ini ia mendapat surat cinta dari seorang cewek yang sangat mengaguminya dan lebih dari itu ia terharu begitu sholihahnya cewek ini. Ia juga bersyukur karena apa yang ia sampaikan selama ini ternyata menjadi kebaikan bagi orang lain untuk menemukan kebenaran. Ia terus bertanya pada dirinya apa harus ia balas tapi ia melarang. Ia masih diliputi kebingungan sampai akhirnya ia menemukan jawabannya.

Malang, 1 November 2002
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Syukur kepada Allah yang tak pernah putus mengaruniakan nikmat sehat dan iman kapada kita untuk terus melakukan perbaikan diri dan sekitar kita.
Sebelumnya kakak minta maaf tidak mengabulkan permintaan Nina untuk tidak membalas surat dari Nina. Tapi hati kakak terus mendorong untuk membalas surat Nina. Terus terang kakak kaget, takut dan merasa bersalah setelah membaca surat Nina. Kakak berpikir Mungkin selama ini kakak telah salah bertindak sehingga membuat Nina punya perasaan itu. Kakak tak pernah berniat seperti itu jadi maafkan kakak ya…!!!
Nina adalah anak yang sholehah pasti papi mami dan keluarga akan sangat bangga pada Nina yang telah mampu berubah menjadi muslimah yang sesungguhnya. Kakak sangat berterima kasih atas segala pujiannya meskipun sebenarnya Nina terlalu berlebihan, kakak tidak begitu-gitu amat, no body perfect. Kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi di sisi lain pujian dari orang lain bagi kakak itu adalah do’a agar kakak bisa seperti itu.
Jujur kakak katakan setelah membaca surat dari Nina terbesit di hati kakak untuk tahu seperti apa sosok Nina. Kakak tahu Nina sangat tidak ingin kakak tahu siapa Nina sebenarnya tapi kakak bukanlah Malaikat, sifat penasaran yang merupakan tabiat manusia melekat juga di diri kakak (ya .jelas…kakak kan juga manusia). Akhirnya kakak tahu dari salah seorang pengurus ROHIS. Sejak saat itu kakak mulai tertarik untuk lebih membimbing Nina dengan meminta mbak Dewi mendekati Nina dan menjadi Mentor (Pembmbing/pendidik) Nina. Kakak sering mendapat laporan tentang perkembangan adik-adik putri yang ingin lebih mendalami islam melalui mbak Dewi termasuk Nina. Maaf ya… mungkin Nina sangat kecewa pada kakak tapi ini memang sudah menjadi amanah dan janji kakak untuk mengajak dan membimbing adik-adik muslim dekat dengan agama dan Tuhannya. Semoga Nina bisa nyaman berguru dan berteman dengan mbak Dewi.
Kakak sangat kagum dengan keberanian dan kesungguhan Nina untuk mengakui tapi tidak untuk diakui. Sangat jarang sekali remaja saat ini yang mampu bersikap seperti itu. Mereka lebih memilih mengumbar daripada menjaga. mungkin hal ini pengaruh dari persepsi cinta ala romeo dan juliet. Ironis memang tapi kakak berdo’a Semoga Nina dan teman-teman ROHIS termasuk kakak bisa membantu teman-teman yang sekarang sedang lupa atau belum tahu untuk sadar dan kembali ke jalan Allah seperti Nina. meskipun terkadang mereka ngeselin dan ngeBeTein mereka tetap menjadi tanggung jawab kita untuk menunjukkan kebenaran.
Kakak sangat menghormati Nina sebagai saudara seiman, itulah ikatan terbaik. Bukan hanya Nina tapi seluruh mukmin di Dunia ini saudara kita. seperti halnya Nina yang mendamba surga kakak juga merasakan hal yang sama, mahligai surga, perjumpaan dengan Rasulullah Saw dan para sahabatnya menjadi harapan kita. Hanya cinta Allah yang menjadi damba kita selalu. Juga kerinduan kita akan Kenikmatan dan kebahagiaan tak terhingga ketika pandangan mata kita bertemu dengan pandangan Allah.
Terima kasih banyak kakak sampaikan walau bagaimanapun Nina juga memberi banyak inspirasi kakak untuk lebih dekat denganNya dan lebih semangat menjalani tugas mulia ini. Tak lupa pula untuk lebih menjaga adab pergaulan, terutama menjaga pandangan dan hati dari penyakit hati karena dari mata jatuh ke hati. Nina tidak perlu takut ketika pertemuan tidak bisa dihindari bukankah Allah menyuruh kita untuk ‘Ghodul Bashor’ (tundukkan pandangan). Pesan kakak, Nina tetap semangat untuk lebih memperdalam din ini. Jadilah pribadi Sholih wa Muslih (baik dan melakukan perbaikan bagi sekitar Nina)..! kakak tahu memang tidak mudah tapi kakak yakin dengan niat yang baik Allah akan beri jalan. Berjalannya selalu BersamaNya karena Satu langkah kita pada Allah maka seribu langkah Allah pada kita. Selamat berjuang untukmu adikku dan juga adik-adikku fillah. Allah menjaga kalian.
Tak baik berlama-lama kakak bercuap-cuap melalui surat ini. Kita harus tetap menjaga hati jangan sampai merusaknyai. Maaf dan Jazakillah khoiron kastiron.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Tertanda

Haidar Arief Fathullah

Nina merasa lega sekali. Begitu pula dengan Haidar. Tak henti-hentinya mereka bersyukur kepada sang Maha Sutradara Allah Ta’ala yang telah berhasil menciptakan kondisi tenang dan menyenangkan di hati kedua pemain utamanya ini. Akhir dari cerita ini Nina bertemu dengan jodohnya saat-saat ia kuliah di kedokteran. Ia menemukan jodohnya melalui murobbinya yang menjodohkannya dengan seorang pemuda tampan nan sholih bernama Ahmad Faris Fathullah yang tak lain dan tak bukan adik kandung Haidar Arief Fathullah. Dari ta’aruf sampai pernikahan Nina Cuma membutuhkan waktu sebulan dua minggu saja. proses tanpa pacaran seperti inilah yang diinginkannya selama ini.

April 19, 2008 Posted by | 1 | | 2 Komentar

Beruntung Anda Jika Seperti ini?

طوبى لمن كان قيله تذكيراوصمته تفكيراونظره عبرا beruntunglah orang yang ucapannya dijadikan sebagai dzikir, diamnya adalah berpikir dan pandangannya dijadikan sebagai pengambilan ibroh. kalimat ini aku dapatkan ketika belajar al-qur’an hadist kelas 2.‎

April 11, 2008 Posted by | 1 | | 1 Komentar

BURUNG GAGAK DAN SEBUAH BOTOL*

Di sebuah gurun yang tandus dan gersang, seekor burung gagak terbang rendah di udara. Ia telah terbang jauh dari negerinya menuju sebuah negeri yang masih sangat jauh. Namun, di tengah penerbangannya ia merasa sangat haus karena cuaca di gurun itu sangatlah panas, mendadak ia melakukan pendaratan darurat. Ia harus menemukan air. Ia terus mencari menoleh ke kanan dan ke kiri tetap tak ditemukannya air. Tenggororokannya sudah sangat kering. Tak ada tempat berteduh, pepohonan atau rumput-pumput, semuanya gersang.

Ditengah pencariannya ia melihat sebuah botol kecil yang berisi air. Ia sangat bahagia dan terus bersyukur pada Allah “alhamdulillahi robbil ‘alamiin”. Ia mencoba memasukkan paruhnya tapi airnya terlalu sedikit ia tak mampu mencapainya. Namun ia tidak berputus asa, terus berpikir mencari jalan keluar ” aku harus minum air itu, kalau aku punya tekad pasti ada jalan” katanya. Setelah berpikir lama ia menoleh dan menemukan ide cemerlang. Burung gagak itu melihat batu-batu kecil dan memungutnya dengan paruhnya. ia masukkan batu pertama, Apa yang terjadi ? ternyata air itu meninggi. Ia yakin jika dilakukan berulang-ulang pasti ia bisa minum. Perkiraannya benar setiap batu yang dimasukkan airnya semakin meninggi sehingga ia bisa meminum air dari dalam botol itu. Dengan adanya kesabaran dan kegigihannya itulah ia mampu mencapai tujuannya. Oleh karena itu, setiap orang yang bersungguh-sungguh ia akan menemukan apa yang diinginkan.

*kisah ini terjemah dari kitab Qiro’ah rasyidah 2)

April 10, 2008 Posted by | coretanku | | 2 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.